Sejarah sepak bola modern

ARJUN M SYAWAL

Sejarah Sepak Bola Modern


Sejarah Sepak Bola
Sejarah sepak bola modern dikatakan berawal di tanah Inggris Raya pada abad ke 19. Awalnya permainan folk football dimainkan di selurung Inggris di daerah perkotaan maupun pedesaan tanpa adanya peraturan standard dan bahkan terkesan minim.
Peraturan permainan ini pertama kali mulai banyak dibahas setelah sekolah-sekolah privat seperti Winchester, Charterhouse, dan Eton mulai mengadakan pertandingan permainan ini hingga pada tahun 1843 Universitas Cambridge berhasil membuat peraturan yang terstandar dan kemudian diberi nama dengan Cambridge rules.
Hingga pada 1863 banyak klub-klub yang membuat aturan tercetak dimana pada aturan tersebut tidak diperkenankan menggunakan tangan. Hal inilah yang kemudian menyebabkan terpisahnya rugby dengan bola sepak.
Sejarah Sepak Bola
Peraturan baru tersebut pada awalnya tidak diterima secara langsung hingga pada tahun 1867 Sheffield bergabung dengan asosiasi sepakbola Inggris untuk kemudian memainkan pertandingan melawan klub London dengan peraturan yang telah di revisi.
Setelah itu pada tahun 1871 ada 15 klub yang bersedia ikut serta dalam turnamen yang diadakan oleh asosiasi sepak bola inggris (FA). Kemudian kompetisi ini semakin berkembang hingga pada 1877 asosiasi Inggris Raya telah setuju untuk menyatukan 43 tim ke dalam satu kompetisi. Setelah kompetisi ini disatukan hilanglah dominasi klub London di piala FA.
Dalam perjalanannya, Inggris berperan besar dalam sejarah sepak bola dunia. Diketahui sejak tahun 1850 an para pekerja insdustri di Inggris yang memang memiliki waktu offwork hari Sabtu, banyak menghabiskan hari-hari tersebut untuk menonton atau bermain bola
Budaya ini semakin lama semakin populer dan diketahui jumlah penonton sepak bola di stadion berkembang dari 4.600 orang di tahun 1888 hingga 7.900 orang pada tahun 1895 dan 13.200 pada tahun 1905.
Dengan kepopuleran permainan sepak bola, mulai muncul sistem-sistem profesional di Inggris. Pada awalnya tim-tim Inggris Utara mulai membayar pemain kelas-pekerja sebagai kompensasi “libur” pekerjaan utama mereka maupun kompensasi cidera.
Tapi FA saat itu justru mengeluarkan tim-tim yang memiliki pemain “profesional”. Meski demikian praktik “profesionalisme” ini justru semakin berkembang di Inggris hingga era 1920 dimana mulai banyak tim yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan tertentu, meskipun di era ini sepak bola belum menjadi komoditas bisnis yang menjanjikan.
Selain itu perlu diketahui liga profesional baru benar-benar berjalan pada era 1932 setelah masalah profesionalisme berhasil dipecahkan dengan cara mengadopsi dari negara-negara di Amerika Latin.

Akibatnya pada tahun 1904 beberapa negara seperti Belgia, Denmark, Perancis, Belanda, Spanyol, Swedia, dan Swiss memutuskan untuk membentuk Federation Internationale de Football Association atau dikenal dengan sebutan FIFA.Selama awal abad 20 tercatat pula dalam sejarah bahwa perkembangan sepak bola terjadi sangat cepat dan semakin cepat setiap saat. Hal ini kemudian membuat banyak orang sadar pentingnya keberadaan suatu organisasi dunia yang menaungi sepakbola.
Salah satu masalah yang dialami FIFA di awal-awal pembentukannya adalah ketidakpatuhan FA terhadap FIFA sebagai organisasi baru. Di dalam sejarah sepak bola dunia bahkan tercatat FA beberapa kali “ngambek” karena beberapa hal. Tercatat FA pernah keluar dari keanggotaan FIFA pada tahun 1920-1924, 1928-1946.

Sejak masa-masa awal pembentukan FIFA tersebut lah, sepakbola di dunia semakin maju dan kompetisi-kompetisi yang diadakan mulai semakin teratur dan semakin beragam.
Pada 1977 dan 1985 FIFA pertama kali mengadakan turnamen untuk pemain-pemain muda di bawah 20 tahun, dan di bawah 17 tahun.
Pada 1989 FIFA mengadakan kompetisi futsal pertama, dan pada 1991 FIFA mengadakan turnamen sepak bola wanita pertama di China. FIFA sejak era tersebut terus menciptakan inovasi-inovasi baru sehingga sepak bola menjadi permainan yang dikenal sangat luas hari ini.

Komentar